Wawancara bersama Ibu Riana by Riri, Stefie, Vina

Posted: Februari 22, 2011 by ksriri in Tugas TIK T.P. 2010/2011

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hai teman-teman. Ini tugas ke 2 untuk pelajaran TIK. Disini tugasnya kami mewawancarai guru di smp 3 Batam. Inilah nama-nama anggota kelompok kami :

  1. Riri Kurnia : Penulis
  2. Stephanie Audry : Pewawancara
  3. Vina Tuti : Kameramen

Kami kelas 95 dan berikut adalah proses dan hasil wawancara kami….

P adalah pewawancara

N adalah narasumber

Ini adalah videonya

Ayo di beri komentar!

Berikut ini adalah percakapannya :

Selamat pagi teman-teman, saya Stephanie Audry dan teman saya Vina Tuti  dan Riri Kurnia Syafitri akan mewawancarai salah satu guru SMP Negeri 3 . Mari kita mulai

P  :  Selamat pagi ibu kami dari kelas 95 saya Stephanie dan kedua rekan saya Vina Tuti dan Riri Kurnia ingin mewawancarai ibu. Bolehkah bu?

N  :  Boleh silahkan… Silahkan…

P  :  Makasih bu. Bolehkah saya tahu nama lengkap ibu?

N  :  Nama lengkap ibu, Dra. Riana

P  :  Bolehkah saya tahu tempat tanggal lahir ibu?

N  :  Di Kisaran. 1 Juni 1961

P  :  Dimanakah ibu tinggal?

N  :  Di Villa alam lestari tahap I

P  :  Pekerjaan apa yang sedang ibu geluti sekarang?

N :   Sebagai guru

P  :  Dimanakah ibu mengajar ?

N  :  Di SMP Negeri 3 Batam.

P  :  Sejak kapan ibu menjadi guru ?

N  :  Sejak tahun 1985

P  :  Ibu kan menjadi guru. Kalau misalnya sejak tahun berapa ibu mengajar di SMP negeri 3, tahun berapa bu?

N  :  2003

P  :  Di SMP Negeri 3 pelajaran apa yang ibu ajari ?

N  :  PKn

P  :  Mengapa ibu memilih mengajar di bidang PKN ?

N  :  Karena ibu senang

P  :  Apakah ibu pernah mengajar di bidang lain selain PKN ? Apakah itu bu?

N  :  Pernah. Bahasa inggris, Biologi, Agama,IPS

P  :  Sebelumnya ibu pernah mengajar di sekolah mana ?

N  :  Pertama di SMP Negeri 1 Tapanuli Tengah. Yang kedua di SMP Negeri Tambunan, SMP si Gayus, Balige. SMP Negeri 1 Mentawang, SMP Kalam Kudus di Medan, baru SMP Negeri 3

P  :  Menurut ibu, murid-murid di SMP 3 ini seperti apa sih? Bandel, baik atau biasa saja?

N  :  Lumayan pintar, ada yang baik tapi masih masih harus banyak mendengar

P  :  Adakah murid yang sangat berkesan di hati ibu selama ibu mengajar disini?

N  :  Semuanya berkenan di hati

P  :  Sekarang saya mau menanyakan masalah peraturan di SMP Negeri 3.  Apakah menurut ibu peraturan sekolah kita berlebihan?

N  :  Ibu rasa wajar, bagus

P  :   Pasti adalah bu yang salah satunya berlebihan gitu. Peraturan apa yang menurut ibu berlebihan?

N  :  Yang berlebihan itu satu, ya anak-anak sebaiknya diizinkan bawa motor tapi harus punya SIM, tertib, ya displin patuh pada peratutan karena ya tempat domisili anak itu ya… terjangkau dengan kendaraan beroda dua.

P  :  Apakah seharusnya peraturan itu dihapus atau misalnya atau gimana gitu bu?

N :  Ya sementara di hapus, tapi mohon di pertimbangkan kembali

P  :  Apakah ibu nyaman mengajar di SMP Negeri 3?

N  :  Dimana-mana ngajarnya nyaman nak

P  :  Bagaimana perasaan ibu jika sedang mengajar dan murid-murid tidak mendengarkan?

N  :  Ya paling seyum aja. Senyum, tapi ya dadanya di hapus

P  :  Bagaimana perasaan ibu jika ada yang tidak buat PR?

N  :  Jemur di panas matahari

P  :  Ya itu hukumannya ya ibu ya? Oh jadi hukuman yang ibu berikan biasanya di jemur di panas matahari?

N  :  Ya tapi kan itu jarang-jarang terlaksana, diingatkan, di kasih kesempatan. Itu biasanya berubah kok

P   :  Kan pekerjaan ibu sebagai guru nih bu. Dulu siapakah yang paling mendukung ibu menjadi guru?

N  :  Orang tua, diri sendiri, situasi, kebutuhan  negara, banyak

P  :  Siapakah sosok yang menjadi panutan ibu selama ini?

N  :  Menteri Pendidikan, R.A Kartini, Ki Hajar Dewantara dan lain-lain

P  :  Kan ibu sekarang jadi guru nih bu. Kan biasanya anak-anak kecil tuh waktu SD punya cita-cita lain. Waktu SMP  cita-citanya lain lagi, waktu SMA lain. Sebelum menjadi seorang guru,apakah ibu mempunyai cita-cita lain ?

N  :  Banyak

P  :  Apa saja itu bu?

N  :  Sebagai jaksa penuntut jadi dosanya gak banyak, kalo hakim berat, terus jadi pendeta, jadi menteri pendidikan. Itu saja

P  :  Oh jadi ibu nggak pernah bercita-cita menjadi seorang hakim?

N  :  Nggak, mengingat sulitnya. Beratnya tantangan kan… Mengingat dosa

P  :  Nah, pertanyaan terakhir saya ni bu.  Apakah harapan ibu terhadap siswa SMP Negeri 3?

N  :  Seluruh siswa ibu harapkan dapat menjadi harapan bangsa, bisa menyenangkan hati tuhan, hati orang tua, berguna bagi bangsa dan negara, dan ingat pada guru semua

p  :  Iya bu, pasti akan di ingat. Sekian wawancara saya dan teman-teman saya kepada Bu Riana. Terimakasih kepada Bu Riana atas waktu yang telah disediakan. See ya!

Inilah proses wawancara kami. Saat itu kami mewawancarai Bu Riana hari Kamis. Tanggal 10-02-2011.

Hasil wawancara :

Bu Riana

Dra. Riana adalah salah satu guru di SMP Negeri 3 yang lahir di Kisaran, 1 Juni 1961. Beliau tinggal di Villa Alam Lestari tahap I. Karirnya sebagai guru dimulai pada tahun 1985. Sebelum mengajar di SMP Negeri 3 pada tahun 2003, beliau pernah mengajar di SMP Negeri 1 Tapanuli Tengah, SMP Negeri Tambunan di Balige, SMP Negeri 1 Mentawang dan SMP Kalam Kudus di Medan. Karena senang dengan pelajaran PKn, beliau sekarang mengajar bidang studi PKn. Tapi sebelumnya, beliau pernah mengajar di bidang studi lain seperti Bahasa Inggris, Biologi, Agama dan IPS.

Menurut Ibu Riana, murid-murid SMP Negeri itu pintar, baik, tapi harus banyak mendengar kata-kata guru. Lalu menurut Ibu Riana peraturan di SMP negeri 3 itu wajar dan bagus, tetapi ada satu peraturan yang dianggap berlebihan yaitu dilarang membawa motor ke sekolah. Menurut beliau, sebaiknya peraturan ini sebaiknya dihapus atau dipertimbangkan lagi. Karena banyak siswa yang tempatn tinggalnya jauh dari sekolah.

Menurut Ibu Riana, mengajar di SMP Negeri 3 nyaman-nyaman saja. Disaat dia mengajar, lalu murid-murid tidak mendengarkan, beliau hanya senyum dan  bersabar. Lalu jika ada yang tidak buat PR, biasanya beliau memberikan hukuman di jemur di panas matahari. Saat masa kecilnya, beliau pernah bercita-cita menjadi jaksa penuntut, pendeta dan Menteri Pendidikan. Tetapi beliau tidak pernah bercita-cita menjadi hakim, karena menurutnya begitu berat beban yang di tanggung.

Harapan Bu Riana terhadap siswa SMP Negeri 3 adalah agar seluruh siswa dapat menjadi harapan bangsa, menyenangkan hati orang tua,  Tuhan dan dapat berguna bagi bangsa dan negara dan tetap mengingat guru-guru di SMP Negeri 3.

Begitulah sosok Bu Riana.

Sekian tugas yang kami buat. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca dan mendapat nilai yang bagus. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata. Kami masih pemula.

Abdullah pergi mencari Ami

Ami sembunyi dibawah jerami

Sekianlah tugas kami

Nilai yang baik harapan kami

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Komentar
  1. Edp mengatakan:

    Nice posting… very good video quality and complete script. Well done!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s