Tugas TIK2 Wawancara

Posted: Maret 3, 2011 by dianmahdalena in Tugas TIK T.P. 2010/2011

Hai teman-teman. Ini tugas TIK kami yang ke-2. Disini kami bertugas mewawancarai seorang pedagang.

Inilah nama-nama kelompok anggota kami:

1.       Dian mahdalena            : pewawancara

2.       Risky putri Fatimah    : pewawancara

3.       Rohmiyati                       : cameramen

Narasumber       : mbah tur (pedagang)

Kami dari kelas 93.

Berikut adalah proses dan hasil wawancara kami:

 

Assalamualaikum wr.wb

Kami dari kelas 93 mau mewawancarai seorang pedagang, ini merupakan tugas TIK kami yang kedua. Do’a kan kami ya….  Yuk ikuti kami!!!!

Pewawancara    : Assalamualaikum….

Narasumber       : Waalaikumsalam….

Pewawancara    : Mbah bisa minta waktunya bentar? Kami dari sekolah mau mewawancarai ada tugas. kita mulai pertanyaan yang pertama ya mbah…

Boleh tahu nggak mbah? Sebenarnya sejak kapan sih mbah berjualan di Batam ini? Dari tahun berapa?

Narasumber       : Dari tahun 1995

Pewawancara    : Sudah lama juga ya… mbah punya berapa sih anak?

Narasumber       : Anaknya 2

Pewawancara    : Apakah mbah tinggal sendirian dirumah ini?

Narasumber       : Ya, pertama ada anaknya, sekarang sudah sendirian..

Pewawancara    : emmm…..  sebelum bejualan, profesi apa yang mbah jalani?

Narasumber       : eee….. apa ya..??  kerja rumah tangga.

Pewawancara    : Mengapa mbah lebih memilih jualan jajanan gitu.. dari pada jualan yang lain gitu??

Narasumber       : Capek berjalan jadi mending dirumah menetap gitu loh… kerja pun sudah capek gitukan, udah tua..

Pewawancara   : Berapa sih modal mbah awal-awal membuka warung? Kira –kira??

Narasumber       : Cuma 200 perak, eh… 200 ribu. Orang saya Cuma jual rokok tambahan jajan-jajan anak-anak.

Pewawancara    : oh.. jadi awalnya warung mbah itu kecil ya?

Narasumber       : Kecil, memang kecil.. sekarang pun kecil.

Pewawancara    : Tapi, sekarang sya lihat sudah besar kaya nya?

Narasumber       : Ya.. paling-paling tambah….    Udah.. , jualan layangan ada..

Pewawancara    : Dimana sih mbah membeli pasokan barang-barang  ini?

Narasumber       : Dulu di jodoh, sekarang cuma dibelakang aja, pasar sekarang sudah buka dibelakang, dulu di jodoh…

Pewawancara    : emmm………. Apa saja sih yang mbah jual di warung mbah ini?

Narasumber       : Yo… kaka, minuman, rokok, itu aja lah.. alat-alat dapur, garam, sama ada telor.

Pewawancara    : Banyak ya mbah…

Narasumber       : Yah.. itu aja. Ya namanya modal dikit ya gak besar lah. Kalo ditengok dari tahun berapa sampai sekarang segini-gini aja.

Pewawancara    : Barang apa sih mbah, yang mahal?

Narasumber       : Yang mahal itu.. paling minyak, gula, rokok, itu yang mahal-mahal, sudah lah itu aja kok.

Pewawancara    : Ada gak mbah harga yang sering naik turun? Gak tetap gitu..

Narasumber       : rokok,rokok.. sekarang naik turun lah. Semua gitu pada naik, paling dapatnya lah sedikit.

Pewawancara    : Akhir-akhir ini, barang apa saja yang sering di gemari oleh anakl-anak? Yang sering diborong..

Narasumber       : Diborong sih nggak, paling anak-anak beli jajanan ya 1,2, semua sih suka anak-anak.

Pewawancara    : Banyak gak mbah anak-anak yang beli layangan gitu?

Narasumber       : Yang kejual paling 5 layangan. 5 biji-10 biji jalan lah layangan..

Pewawancara    : Ya.. lagi musim lah mbah..  berapa satu mbah?

Narasumber       : 1000 ada, 1500 ada, 2000 ada, sama benang nya 1000-an sama 2500

Pewawancara    : Berapa sih penghasilan mbah yang di dapat selama sebulan gitu?

Narasumber       : Paling-paling berapalah sedikit, yang pentinglepas makan jadilah..

Pewawancara    : Untuk makan sendiri aja mbah..

Narasumber       : Ya iyalah, makan sendiri.. untuk masjid sedikit..

Pewawancara    : Bisa diceritakan sedikit tentang pengalaman mbah selama jualan?

Narasumber       : O… kadang-kadang orang hutang susah bayar, ada yang tidak bayar sampai sekarang, berapa udah gak bayar, itu yang batak.. orang setelah yang dibawa kabur ada. O.. itu sodara ibu  sa**

Pewawancara    : Sampai sekarang nggak dibayar mbah? Banyak itu mbah?

Narasumber       : 250 ribu

Pewawancara    : Banyak juga

Narasumber       : Sudah lama itu, sekarang udah punya anak berapa dia dari bujang.

Pewawancara    : Ya ampun.. lama betul, belum ada di singgung sama sekali gitu mbah tentang hutang?

Narasumber       : Kalau ditanya nanti-nanti gitu, waktu ditanya minta katanya iya-iya tapi.. jauh entah dimana dia sekarang. Saya pesan sama mak at** katanya iya tapi kesini nggak mampir.

Pewawancara    : Dibawa kabur gitu mbah??

Narasumber       : Gak tahu itu dia, sekarang mah gak banyak yang hutang.. sedikit..

Pewawancara    : Kalau yang senang dari jualan ini apa sih mbah?

Narasumber       : Yang senang gimana maksudnya??

Pewawancara    : iya apa sih, eee…..

Narasumber       : Ya semua senang lah, kadang gak untung tapi bias beli lagi, namanya modaln ya gak ada.. Cuma situ-situ, jadi… bertahun-tahun Cuma beginilah. Kita gak berani hutang sih modalnya. Kalau orang beranikan hutang.. nanti ambil, kita gak berani.

Pewawancara    : Makasih ya mbah atas informasinya yang mbah kasih ke kami

Narasumber       : iya..

Pewawancara    : Makasih atas waktunya, maaf kalau menggangu, pamit dulu ya mbah… assalamualaikum…

Narasumber       : Waalaikumsalam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s