Tugas TIK 2 (Wawancara) Dengan Ibu Yeni,S.Pd.

Posted: Maret 12, 2011 by farras. in Tugas TIK T.P. 2010/2011
Tag:, , , , , , , ,

LAPORAN TUGAS WAWANCARA TIK

Laporan ini disusun:

Guspita sebagai Juru Tulis

Farras Athiyah Kusumah sebagai Pewawancara

Sheilla Nahdira sebagai Juru Kamera

Narasumber:

Ibu Yeni Efrida, S.Pd.

SMPN 3 BATAM T.A 2010/2011

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Video di atas merupakan hasil video wawancara kelompok kami yang beranggotakan di atas. Kelompok kami mendapati bagian untuk mewawancarai seputar profesi Ibu Yeni Efrida, S.Pd yang sebagaimana juga menjabat sebagai satu-satunya guru olahraga perempuan di SMP Negeri 3 BATAM.

Ibu Yeni Efrida, S.Pd adalah salah satu dan satu-satunya guru olahraga perempuan di SMP Negeri 3 BATAM. Beliau selaku seorang guru pasti banyak sekelumit permasalahan yang bisa kita gali untuk membangkitkan semangat kita dalam belajar dan berolahraga atau bahkan terobsesi menjadi seorang guru yang serupa.

Beliau ternyata sudah memulai pengalamannya dalam mengajar pada tahun 2003, atau sekitar delapan tahun jika terhitung hingga saat ini (tahun2011). Sebenarnya, beliau tidak punya cita-cita untuk bisa menjadi guru olahraga sebelumnya, namun beliau mempunyai bakat di bidang olahraga sehingga dengan bakatnya itulah ia belajar dan terus mengembangkan bakatnya. Awalnya, beliau menjadi seorang instruktur senam aerobic kemudian lama-kelamaan beliau lebih memilih untuk menjadi seorang guru di bidang olahraga saja, dan itulah profesinya hingga saat ini.

Ketika ditanyakan di sekolah mana pertama kali beliau mengajar, beliau menjawab sekolah yang pertama kali diajarnya adalah SMP Negeri 3 ini dan di situ pula detik pertama ibu mengajar (tahun 2003). Adalah hal yang pasti bahwa setiap orang punya pengalaman yang tak pernah terlupakan hingga kapanpun. Sama halnya dengan Ibu Yeni, di saat awal-awal mengajar beliau punya kesan dan kejadian tak terlupakan dan untungnya beliau berkenan menceritakannya.

Pada saat itu, beliau sedang mengajar, tapi tiba-tiba ada seorang anak yang mulai bertingkah dan akhirnya membuat beliau sulit mengontrol emosi sehingga beliau menegur siswa tersebut dengan nada yang agak lantang. Alangkah terkejutnya ketika beliau melihat raut muka yang sudah pucat dari siswa itu karena teguran yang beliau berikan. Sehingga dari pengalaman ini beliau mengambil  pelajaran bagaimana cara mengendalikan diri dengan baik dan benar. Ini juga bisa menjadi pelajaran bagi para guru agar bisa mengendalikan emosi terhadap ulah-ulah siswa yang sulit dinasehati.

Motivasi beliau menjadi guru olahraga adalah bahwa pelajaran olahraga itu sangatlah berpengaruh bagi kehidupan terutama kesehatan. Setiap manusia sangat membutuhkan kesehatan jasmani maupun rohani untuk melakukan kegiatan-kegiatan sehari-hari, terutama bagi siswa-siswa sekolah karena apabila kondisi badan siswa tidak sehat atau tidak bugar otomatis untuk mengikuti pelajaran lainnya tidak akan konsisten, karena dengan badan sehatlah otak bisa berfikir dengan baik. Maka dengan begitu, pelajaran olahraga inilah yang akan membantu para siswa untuk tetap menjaga kesehatannya dengan baik agar mendapatkan prestasi yang maksimal dalam pembelajaran.

Begitu juga dengan visi dan misi beliau. Beliau tetap mengukuhkan semangatnya untuk tetap memberi motivasi bagi para siswa agar mau menjaga kesehatan demi prestasi yang baik juga dalam belajar. Adapun visi dan misi beliau adalah:

  1. Meningkatkan kebugaran jasmani anak.
  2. Anak bisa melakukan olahraga atas kesadaran diri sendiri dan tidak ada dari unsur keterpaksaan.
  3. Dan yang terakhir adalah untuk kepentingan jangka panjang, dengan itu kesadaran tentang pentingnya olahraga sudah tertanam sejak dini dan bisa terus diexplore sampai seterusnya.

Dalam setiap pekerjaan semua orang pasti merasakan suka cita dan duka dari pekerjaan itu. Memang, tidak ada sebuah profesi tanpa tanggung jawab dan resiko. Namun, tidak sedikit pula kesuka citaan yang bisa dirasa. Sama halnya dengan Ibu Yeni, selaku guru olahraga beliau juga merasakannya. Kadangkala, beliau merasa bahwa segala niat baiknya dipandang berniat buruk. Ya, memang logisnya tidak ada seorang guru pun yang memiliki niat tidak baik kepada para siswa-siswinya. Semua guru pasti memiliki tugas dan tujuan hidup yang mulia. Memberikan banyak pelajaran yang tidak kita ketahui dan akhirnya kita menjadi tahu.  Seperti pantun berikut :

Buanglah semua ragu

Buka semua ruang yang hampa

Hidup kita tanpa guru

Tiada arti

Ibu Yeni pun memberikan tanggapannya terhadap tugas jurnalistik ini (oleh Pak Edi), dan Alhamdulillah komentarnya bagus dan sudah bisa turun ke lapangan. Semoga saja tanggapan ini bisa menjadi kenyataan di waktu yang akan datang, Amin.

Itulah hasil wawancara kelompok kami dalam bentuk laporan tertulis. Apabila banyak terdapat kesalahan baik dalam isi dan penulisan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami harap apa yang telah kami kerjakan membawa manfaat tidak hanya untuk pihak terkait tapi juga untuk khalayak umum.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Komentar
  1. […] Untuk contoh proyek Terbaik tanpa Musik dan Naskah terbaik, klik ini. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s